Selasa, 21 Februari 2012


Tak Tersentuh Aspal Sejak Zaman Kemerdekaan

Miris memang nasib salah satu jalan Desa di wilayah Desa Tetebatu Selatan ini.Jalan Tanah sepanjang 2,5 Kilo meter  yang menjadi lalu lintas harian sekitar 1500 warga dari dan menuju dusun lendang penyonggok  tak pernah tersentuh pekerjaan pengerasan Jalan dalam bentuk Apapun sejak Zaman kemerdekaan hingga saat ini.

Selain sebagai Lalu lintas harian warga jalur ini juga menjadi Jalur ekonomi untuk transportasi SDA dan Jalur  yang ditempuh Para siswa dan santri dari berbagai sekolah baik yang ada di Dusun lendang penyonggok maupun di Dusun Lekong Pituk.

Kepala Dusun Lendang Penyonggok Arifin ketika ditemui Tim KampungTimoerMedia menuturkan jika dirinya dan warganya sangat berharap Pemerintah menyegerakan pengerasan Jalan yang beberapa minggu Lalu telah dijanjikan dan kini sudah berada di meja Dinas PU menunggu tanda tangan Bupati Lombok Timur.

Masih menurut Kadus Arifin , bahwa memang benar jalan sepanjang 2,5 kiolometer yang melintasi wilayah kekadusannya tak pernah tersentuh proyek pengerasan Jalan sejak Zaman kemerdekaan hingga saat ini. Padahal penduduk di dusunnya cukup banyak dan banyak juga siswa yang memanfaatkan jalur ini untuk berangkat ke sekolah.

Kondisi Jalan yang cukup memprihatinkan , penuh lubang dan genangan yang sangat licin jika terjadi musim hujan tentu sangat membahayakan pengendara sepeda motor yang sering melintasi wilayah ini. Sayang hingga tulisan ini dimuat warga lendang penyonggok masih menunggu kapan jalan mereka diperbaiki. Janji  tinggal janji dari berbagai pihak tak jarang membuat mereka apatis dan bosan mendengar tentang perbaikan Jalan karena kerapkali hanya janji-janji tanpa realisasi saja.

Mereka Berharap dengan dimekarkannya Desa Tetebatu menjadi 2 dan Lendang Penyonggok Masuk dalam Wilayah Desa Baru yakni Tetebatu Selatan membuat status Jalan yang juga dapat menembus Joben ini dapat ditingkatkan dan menjadi salah satu prioritas perbaikan Infrastruktur di Desa Baru yang baru seminggu definitif tersebut.

Semoga Saja harapan yang dijanjikan oleh legislatif  PEMDA lombok Timur terhadap mereka tidak berbuah janji-janji Palsu dan akhirnya tetap saja jalan jurusan lendang penyonggok tak pernah tersentuh Aspal Sejak Proklamasi Kemerdekaan Hingga Saat ini dimana Presiden sudah berganti berkali-kali dan pemimpin Desa Tetebatu telah juga regenerasi berulangkali.

Rakyat hanya butuh aplikasi sederhana bukan wacana-wacana dan masterplan kelas elit dan hitech yang ujung-ujungnya tak juga dituntaskan.cukup buatkan saja mereka jalur transportasi yang layak yang memenuhi standar keselamatan untuk lalu lintas aktivitas dan ekonomi sehari-hari.

Mari menunggu dan melihat apakah ada yang peduli dengan masyarakat lendang penyonggok.     

( salman hafiz /kampungtimoermedia ).

Jalan Jurusan Kotaraja-Tetebatu sudah Mulus

Proyek pengaspalan jalan sepanjang 5 Kilometer dari Perempatan Desa Kotaraja hingga pertigaan lekong pituk Desa Tetebatu Selatan hampir rampung dikerjakan.pengerasan jalan yang telah lama menjadi tuntutan warga tersebut akhirnya terwujud dengan alokasi Dana Bantuan dari PT.Newmont Nusa Tenggara.

Namun hasil penelusuran tim KampungTimoer Media  terkait proyek pengerasan Jalan tersebut ada beberapa hal yang kemudian menjadi diskusi hingga keluhan oleh warga khususnya di wilayah Tetebatu Selatan dan Desa Kotaraja bagian Utara. Di antara keluhan tersebut yakni menyangkut kualitas pengaspalan yang menurut warga masih dibawah standar .salah seorang warga Amrullah menuturkan jika standar ketebalan masih tidak sesuai dengan standar minimal pengerjaan proyek yang menjadi aturan baku di Dinas pekerjaan Umum yakni 5 cm. Begitu juga dengan material Aspal dan lebah jalan yang tidak cukup untuk dua kendaraan roda empat.

Kita kecewa dengan kualitas pengerjaan Pengerasan Jalan Jurusan Kotaraja-Tetebatu ini dan tidak ada transparansi dari Kontraktor yang mengerjakan proyek ini minimal dalam bentuk Papan pengumuman spesifikasi proyek dan target penyelesaian serta siapa saja yang terlibat dalam pengerjaan tersebut berikut jumlah dana yang dialokasikan untuk proyek ini tegasnya.

Tak hanya Amrulah warga lainnyapun cukup kecewa dengan kualitas pengerjaan proyek pengerasan Jalan ini namun jika dibandingkan dengan kondisi jalan sebelumnya mereka merasa cukup daripada tidak di aspalkan sama sekali.

Selain kualitas pengerjaan proyek pengerasaan jalan yang terkesan tidak begitu baik dan dibawah standar menurut pengamatan warga. Lamanya proses pengerjaan juga menjadi keluhan tersendiri.waktu yang ditarget hanya seminggu bahkan molor beberapa hari dengan alasan Suplai Material yang masih kurang dan kondisi Alat Berat .hal ini sudah tentu membuat arus lalu lintas harus bersabar selama proses pengerjaan proyek. Karena kontan pada saat pengaspalan berlangsung kendaraan roda empat tidak lagi diperbolehkan melintas di jalur ini , hanya kendaraan roda dua yang mampu melalui sisi kiri-kanan Jalan yang diperbolehkan.

Tentu menjadi keprihatinan tersendiri jika harapan warga selama bertahun-tahun untuk realisasi perbaikan jalan Jurusan Kotaraja Tetebatu harus terjawab dengan pengerjaan pengerasan jalan yang terkesan setengah hati dan jauh dibawah standar .namun lagi-lagi rakyat hanya bisa apa , mereka mungkin saja hanya pasrah dan berkaca dari kondisi jalan sebelumnya yang sungguh sangat memprihatinkan, daripada tidak diperbaiki sama sekali. Kualitas yang burukpun harus mereka terima apalagi tak faham juga mereka dengan lika-liku dan permainan dibalik tender proyek pengerasan Jalan.

Sebagai Warga tetebatu Tentu kami sangat berharap keuntungan terlalu besar yang diraup para kontraktor atau broker kontraktor atau juga para eksekutif dan legislatif kita tk mengorbankan dan melalaikan kepentingan dan hak-hak rakyat.

Salman hafiz/kampungtimoermedia//


Air Bersih Untuk Semua....

Salah satu permasalahan yang paling banyak ditemui baik di kota besar seperti Jakarta  hingga masyarakat di pulau pulau kecil adalah akses ke air bersih.saat daerah lain menghadapi kesulitan tersebut, sebuah Badan Usaha Milik desa di Lendang Nangka , Lombok Timur membuktikan bahwa masyarakat bisa memiliki akses ke air bersih secara berkelanjutan.Selama lebih dari 10 tahun, perusahaan yang diberi nama PAMDES ini mampu membiayai sendiri kebutuhan operasionalnya.walaupun dikelola secara lokal , perusahaan desa ini berhasil mengalirkan air bersih langsung kerumah penduduk, secara lagsung turut menciptakan kehidupan yang lebih baik di negeri yang terus mengalami kesulitan air bersih.

Kita tentu mengetahui bahwa Indonesia dikelilingi oleh air, namun masih banyak kesulitan untuk  menyediakan akses ke air  bersih di Indonesia , terutama di wilayah pedesaan .dalam salah satu laporannya BAPPENAS beserta ADB ( Asian Development Bank ) dan USAID menyebutkan bahwa masih ada lebih dari 100 juta orang yang kesulitan akses air bersih . selain itu , hanya ada sekitar 36 % penduduk pedesaan yang sudah menggunakan fasilitas sanitasi yang memadai , yang membutuhkan pasokan air bersih yang juga memadai.

Minimnya ketersediaan air bersih ini berpengaruh secara langsung ke rendahnya indikator kebersihan dan kesehatan di masyarakat .sekitar 30 % penduduk indonesia mengidap penyakit yang terkait dengan air seperti kolera, tipus, atau diare yang membunuh lebih dari 100 ribu anak setiap tahunnya. Angka-angka ini tidak bisa ditoleransi , mengingat begitu banyak potensi untuk melakukan perubahan.

Jumlah air yang ada di Indonesia sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pedesaan , naun kesulitan distribusi air bersih ke daerah pelosok , mahalnya biaya Instalasi Air , konflik penguasaan sumber air , serta penggunaan sumber daya air yang tidak berkelanjutan menyebabkan masalah air bersih ini seakan tidak pernah selesai.

Masyarakat Di Desa Lendang Nangka , Kabupaten Lombok Timur .NTB. memutuskan untuk menghadapi sendiri masalah ini dengan mengalirkan air bersih langsung ke rumah – rumah penduduk . setelah program bantuan pengadaan air bersih dari UNICEF berakhir di tahun 1976 , masyarakat Lendang Nangka memutuskan untuk meneruskan dan mengembangka program tersebut.

Hal yang paling menginspirasi adalah bahwa masyarakat sendirilah yang mendirikan dan mengelola PAMDES .Para pengelolanya sebelumnya tdak memiliki pengalama atau Kapasitas yang memadai dalam pengelolaan air bersih maupun keuangan perusahaan. Saat ini setiap rumah tangga hanya membayar Rp.10.000 setiap bulannya, dan PAMDES menjanjikan bahwa harga itu tidak akan berubah dalam waktu dekat. Ada 750 Rumah tangga atau sekitar 5000 orang yang menikmati layanan ini.

Pemeliharaan dan pengelolaan perusahaan dijalankan oleh masjid Desa  yang dianggap paling mewakili kepentingan masyarakat di Desa Lendang Nangka. 45 % dari keuntungan perusahaan ini diserahkan ke masjid untuk dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk aneka pelayanan sosial.Pengelola juga melakukan perawatan serta memastikan bahwa setiap minggunya  anggota masyarakat menanam pohon secara sukarela untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air mereka.

Salman hafizt/kampungTimoer Media.com

Minggu, 20 November 2011

Melihat Penggunaan Duit Rakyat di Pedesaan

Tulisan ini adalah sebuah kegelisahan  atau entah kritik yang muncul dari benak rakyat kecil di pelosok Tetebatu yang bingung dengan berbagai program pro rakyat yang seringkali tidak pro rakyat bahkan menipu rakyat kecil.entah karena program-program itu memang tidak sesuai dari sononya, pelaksananya yang tidak sesuai atau dibuat "sesuai sesuai mungkin" alias disesuaikan saja ketimbang merepotkan.beberapa di antaranya yang dapat difikirkan bersama adalah eksistensi program PNPM Mandiri yang terkesan mengambil alih peran Dinas PU dimana pekerjaan mereka hanya berorientasi pada pembangunan fisik saja dan setelah fisik selesai pertanyaanya adalah " Sudahkah rakyat diberdayakan ??? " dalam hemat kami yang awam program-program seperti itu selayaknya lebih menyentuh pada sektor perekonomian semacam pemberian modal, pembuatan kelompok-kelompok usaha kecil, Koperasi, membimbing masyarakat untuk lebih mampu mengelola SDA yang ada sehingga benar-benar bernilai ekonomis .bukan hanya berkutat pada pembangunan dan perbaikan fisik semacam irigasi, perpipaan,Jembatan Desa,dll yang sebenarnya belum terlalu urgen untuk masyarakat atau tanpa pembangunan itupun masyarakat masih mampu mandiri. yang lebih penting adalah sektor ekonomi , ya sektor yang mampu memenuhi hajat hidup dan membuat pengangguran,kriminalitas dan kemiskinan setidak-tidaknya mulai perlahan teratasi.jika dibanding-bandingkan hal ini tak jauh berbeda dengan kegemaran masyarakat kita ( sasak/lombok) membangun masjid dengan megah dan bertingkat-tingkat tanpa peduli setelahnya bagaimana caranya untuk memakmurkan masjid dan membuat masjid benar-benar menjadi pusat kegiatan dan pengembangan syi'ar Islam. yang tersisa hanya cerita dan kebanggaan tentang masjid di kampungnya yang megah berlantai dua sampai tiga tapi saf-saf ketika sholat berjamaah cukup 2 atau 1 saf lurus saja sesudahnya ya sudah.
tak hanya pada program PNPM Mandiri sejatinya banyak program lain juga yang seringkali salah kaprah dan jauh dari esensi yang dibutuhkan warga.Pemberdayaan Panti Asuhan, Penggunaan Dana BOS yang katanya membebaskan biaya pendidikan itu,pipanisasi Air bersih yang ka jelas tujuannya,hingga pemekaran-pemekaran Desa yang sering main kucing-kucingan .ha...ha..kasihan rakya kecil ya.

Pariwisata Tetebatu Versus Mimpi Perbaikan Jalan

Beberapa Hari Lalu.Komunitas kampung Media kabupaten Lombok Timur yang diwakili 3 kelompok lama yakni KM Krens kecamatan Rensing, KM Ijo Selaras Kecamatan Selong dan KM KmpungTimoer Kecamatan Sikur.diundang Radio Hamzanwadi selong dalam sebuah acara Diskusi On Air.Temanya masih tak jauh seputar kiprah dan eksistensi komunitas kampung Media dalam memberikan alternatif jalan perubahan dan paradigma Informasi di masyarakat melalui Media Online.Komunitas kampung media Kampung timoer  yang notabene bermarkas di Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur  menegaskan Visi dan program Utama komunitas adalah untuk menjadi daya dukung dan media alternatif untuk menggenjot sektor-sektor riil yang mempu menggerakkan perekonomian rakyat diantaranya adalah pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal yang  lepas dari kepentingan elit tertentu dan dukungan terhadap pariwisata di Tetebatu dan kecamatan sikur pada umumnya. hal utama yang menjadi sorotan yaitu mengenai memprihatinkannya akses jalan ke kecamatan Sikur padahal di kecamatan ini banyak sekali terdapat objek-objek wisata yang sering menjadi destinasi wisatawan mancanegara di antaranya adalah Air terjun Jeruk manis di Desa kembang Kuning, Tetebatu, Kerajinan Bambu di Loyok, Gerabah di Rungkang, didukung oleh lokasi wisata di kecamatan tetangga yang masih sejalur dengan Tetebatu misalnya Kerajinan Tenun di Pringgasela, Pemandian Putri Duyung di Pringgasela, Otak Kokok di kecamatan montong Gading dan lainnya. keunggulan Tetebatu adalah Akomodasi untuk menjangkau tempat-tempat wisata tersebut hanya tersedia di Tetebatu.artinya jika wisatawan hendak mengunjungi objek-objek wisata di lingkaran kawasan tersebut pastilah tujuan utamanya adalah Tetebatu untuk reservasi hotel ,losmen atau bungalow atau sekedar mencari restauran tradisional murah meriah. baru kemudian besoknya bersiap-siap meluncur ke tempat-tempat seperti Otak Kokok,Pringgasela, Jeruk Manis atau yang lainnya.
Tak Mudah memang untuk merealisasikan perbaikan fasilitas Jalan karena harus menunggu dana APBD , namun dalam suatu acara Peresmian Balai Latihan Tembakau di Desa Kotaraja di hadapan Gubernur , Pimpinan SKPD yang hadir ketika itu dan berbagai undangan yang juga berasal dari perwakilan tokoh-tokoh masyarakat Bupati Lombok Timur menuturkan bahwa telah dipersiapkan Anggaran Rp.400 Miliar untuk perbaikan Jalan di NTB termasuk di wilayah Kotaraja ke Utara menuju Tetebatu.masyarakat menyambut gembira dan antusias luar biasa mendengar penuturan sang pimpinan Gumi path Karya itu, mungkin saja karena mereka memang sudah lelah dengan kondisi kerusakan jalan yang membuat setiap yang lewat harus benar-benar mengumpulkan kesabaran.
Masyarakat Tetebatu menanti dan menunggu bahkan sampai benar-benar bermimpi dengan perbaikan jalan itu dan mereka tak mau tau dan juga memang tak penting untuk tahu apa standar untuk memperbaiki sebuah sarana lalulintas yang sangat vital ini yang mereka inginkan hanyalah bukti dari janji-janji dan program itu.bahkan jangan salahkan mereka jika beberapa waktu lalu juga pernah menolak proyek pipanisasi Air bersih yang melintasi kawasan Tetebatu dan Tetebatu Selatan dengan tuntutan tegas " Perbaikan Jalan atau Kami Stop Proyek " . meski kini penolakan itu sudah tak terdengar lagi tapi mereka benar-benar menanti keseriusan pemerintah.
Apalagi Tahun 2012 sudah didepan mata dan program Visit lombok Sumbawa yang mentargetkan satu juta wisatawan tersebut akan segera dimulai tapi lihatlah akses jalan menuju destinasi wisata yang telah lama Populer di Kitab utama para wisatawan mancanegara yakni buku panduan wisata LONELY PLANET. sungguh memprihatinkan. pertanyaannya adalah , masih maukah para wisatawan berkunjung ke tempat wisata yang jalananya cukup mengocok perut mereka bahkan mulai rawan dengan kecelakaan itu ?.
Di Akhir sessi diskusi Salman Hafiz Ketua Komunitas KampungTimoer media kecamatan sikur menegaskan bahwa perbaikan jalan kini bukanlah mimpi dan harapan akan tetapi sebuah Tuntutan bersama tetapi bukan dengan demonstrasi,apalagi aksi anarki. kami ingin siapapun yang berwenang untuk itu menyadari ataupun jika tidak ingin menyadari setidak-tidaknya mendengar dan memahami meskipun entah sampai kapan ingin berbuat.wallahu Allam.  





Rabu, 14 September 2011

Perbaiki Jalan Menuju Air Terjun Jeruk Manis

Jeruk Manis adalah salah satu lokasi wisata yang cukup populer yang ada di kawasan utara kabupaten Lombok Timur.Air terjun yang memiliki air yang cukup dingin sedingin es ini terletak di Dusun jeruk Manis Desa Kembang Kuning kecamatan Sikur kabupaten Lombok Timur.Ketenaran air terjun ini bukanlah suatu hal yang dipertanyakan lagi. dari sejak dibuka sebagai kawasan wisata hingga sekarang kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara cukup tinggi ke tempat ini. menurut riwayat turun temurun yang dipercayai warga ditempat ini konon air terjun jeruk manis dapat menyembuhkan,

Jumat, 26 Agustus 2011

Komunitas KampungTimoer Media Gelar Bukber

Untuk menjalin keakraban sesama anggota Komunitas dan rekan-rekan muda pencinta dunia online , komunitas kampung TimurMedia telah menjadwalkan Kegiatan  Buka bersama dirangkaikan dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu.
Kegiatan ini diadakan secara sederhana dan penuh dengan nuansa kumpul seperti yang selalu dilaksanakan  pada  tahun- tahun sebelumnya.


Keciput, Kue yang Tak tersaingi

Menjelang Lebaran seperti Tahun-Tahun sebelumnya, kaum musl;im khususnya yang ada di Tanah lombok memiliki tradisi yang juga tak berbeda dengan muslim di belahan Indonesia lainnya yakni membuat aneka ragam jajanan dan kue. yang nantinya dimakan sebagai camilan pada saat berkumpul bersama keluarga dan silaturrahmi lebaran.



Lembah Hijau , Alternatif Liburan Keluarga Saat Lebaran

Wisata Air Lembah Hijau terletak di Desa Ijobalit kecamatan Labuhan Haji 7 km arah timur kota Selong, Lombok Timur.lokasi wisata ini layak kami rekomendasikan sebagai destinasi liburan keluarga anda saat lebaran. ditempat ini anda dapat menikamti berbagai fasilitas di antaranya Kolam Renang dan menikmati,



Abu Macel Ramaikan PAR Ulil albaab

Pekan Apresiasi Ramadhan ( PAR ) yang setiap tahunnya digelar untuk meramaikan dan menyemarakkan Bulan suci Ramadhan khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Ulil Albaab NW Gegek.mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai kalangan khususnya para pemerhati pendidikan tak terkecuali insan Media. Fairuz atau yang lebih dikenal di Surat Kabar Lombok Post dengan Abu Macel juga tak mau,

Kamis, 25 Agustus 2011

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1423 H


Segenap Jenderal dan Pasukan Tempur Komunitas KampungTimoerMedia Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Dengan hati tulus Iklas Mengucapkan :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1423 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin Atas Segala Khilaf yang pernah Ada Termasuk selama bergelut Dalam Jejaring KampungMedia NTB


Jumat, 24 Juni 2011

Manisan Pala Tetebatu Andalan Gapokatan Sinar Tani

Dalam ajang Pekan daerah Nelayan dan Tani andalan se Nusa tenggara Barat yang digelar di Asrama Haji beberapa waktu lalau . Manisan Pala asal Tetebatu menjadi produk andalan gabungan kelompok Tani atau GAPOKTAN " Sinar Tani " Desa Tetebatu.

Jumat, 10 Juni 2011

Facebook sudah Online Hingga pelosok Kampung

Populernya jejaring Sosial Facebook kadang mebelalakkan mata kita.jumlah pengguna yang terus bertambah hingga mencapai miliaran pengguna di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia membuat Situs yang dirancang oleh Mark Zugerberg ini begitu fenomenal dan dikenal para netters pada hampir seluruh kelompok umur. muda hingga tua  .anak-anak hingga ABG dan dewasa. dan juga lintas profesi. bahkan situs jejaring sosial ini tak jarang digunakan beberapa pemerintahan daerah untuk berkomunikasi dengan rakyatnya atau mensosialisasikan programmnya.

Selasa, 07 Juni 2011

Mempertegas Visi NTB Bersaing

Visi  NTB  Beriman dan berdaya saing atau yang kemudian populer disingkat NTB bersaing  adalah suatu ikon yang menjadi kebanggaan kita bersama.dalam jargon NTB Bersaing tertuang sebuah harapan dan terget perjuangan untuk memajukan dan menjadikan Provinsi ini latak diperhitungkan oleh Pusat . menjadikan bumi gora mampu bersaing dalam segala sektor untuk mesejahterakan rakyatnya. 


Gendang Beleq Mulai Tersaingi Ale-Ale

Keberadaan Kesenian Tradisional Gendang Beleq yang populer itu kini mulai tersaingi dengan munculnya kelompok musik yang sering disebut masyarakat sebagai Ale-ale.hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan musik ale-ale dan pada hajatan - hajatan acara nyongkolan. 

Berwisata Kuliner di Kecamatan Sikur


Jalan-Jalan Ke kecamatan Sikur Khususnya lebih ke wilayah Utara yaitu Kotaraja dan Tetebatu , Anda akan menemukan banyak sekali lokasi yang menyajikan aneka ragam sajian Kuliner rakyat dengan harga murah meriah namun mampu memuaskan selera.sajian Kuliner yang terletak di dua Desa Utama di kecamatan Sikur

Kamis, 26 Mei 2011

Groundbreaking Perdana Pandandure Di Launching Presiden


Penggalian Perdana ( Ground Breaking) megaproyek Bendungan Pandandure yang terletak di desa suwangi kecamatan Sakra Timur kabupaten Lombok Timur Jum'at  27 Mei Besok akan di launching oleh Presiden republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono melalui media videoconference dari Jakarta convention Centre ( JCC) .dijadwalkan tepat pada pukul 10 .00 gubernur Nusa Tenggara Barat,


Sabtu, 21 Mei 2011

PLTMH Bunut Jambul Solusi Listrik dari kaki Rinjani

PLTMH Bunut Jambul berada di Dusun Lendang Penyonggok, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Perjalanan menuju lokasi PLTMH Bunut Jambul dapat ditempuh dari  Mataram ke arah timur sampai di Kecamatan Sikur melalui jalan provinsi dengan kondisi jalan beraspal sejauh lebih kurang 45 km, kemudian diteruskan melalui jalan desa yang sudah diperkeras sejauh 3 km.


Kamis, 19 Mei 2011

Megaproyek Bendungan jembung dimulai

kampungtimoe media>>> tetebatu mei 2011
bendungan dengan kapasitas tampung 15 juta meterkubik air dibangun di dusun orong gerisak desa tetebatu.proyek yang ditargetkan rampung sekitar bulan puasa ini ditaksir akan menghabiskan anggaran 3 milyar rupiah namun tingginya partisipasi swadaya masyarakat dibawah koordinasi pimpinan jamaah YATOFA Tuan Guru H.Fadli Fadil Thohir untuk mendukung megaproyek ini membuat anggaran dapat ditekan hingga hampir 50 persen dari estimasinya. Untuk Pemanfaatan bendungan menurut SURYADI pengawas proyek. Nantinya bendungan yg dinamai JEMBUNG ( jembatan embung ) ini akan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lombok selatan.sementara kepala desa tetebatu JUNAIDI ketika di konfirmasi tim kampungtimoer media menegaskan bahwa masyarakat Tetebatu mendukung proyek tersebut dan tidak perlu dikhawatirkan munculnya konflik. (man )

Megaproyek Bendungan jembung dimulai

kampungtimoe media>>> tetebatu mei 2011
bendungan dengan kapasitas tampung 15 juta meterkubik air dibangun di dusun orong gerisak desa tetebatu.proyek yang ditargetkan rampung sekitar bulan puasa ini ditaksir akan menghabiskan anggaran 3 milyar rupiah namun tingginya partisipasi swadaya masyarakat dibawah koordinasi pimpinan jamaah YATOFA Tuan Guru H.Fadli Fadil Thohir untuk mendukung megaproyek ini membuat anggaran dapat ditekan hingga hampir 50 persen dari estimasinya. Untuk Pemanfaatan bendungan menurut SURYADI pengawas proyek. Nantinya bendungan yg dinamai JEMBUNG ( jembatan embung ) ini akan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lombok selatan.sementara kepala desa tetebatu JUNAIDI ketika di konfirmasi tim kampungtimoer media menegaskan bahwa masyarakat Tetebatu mendukung proyek tersebut dan tidak perlu dikhawatirkan munculnya konflik. (man )